Ilmu Pedia Peribahasa Arti Peribahasa Walau Ikan Diam Di Dalam Tujuh Lautan Sekalipun, Termasuk Ke Dalam Pukat Juga

Arti Peribahasa Walau Ikan Diam Di Dalam Tujuh Lautan Sekalipun, Termasuk Ke Dalam Pukat Juga

Arti Peribahasa Walau Ikan Diam Di Dalam Tujuh Lautan Sekalipun, Termasuk Ke Dalam Pukat Juga

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Walau Ikan Diam Di Dalam Tujuh Lautan Sekalipun, Termasuk Ke Dalam Pukat Juga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Walau ikan diam di dalam tujuh lautan sekalipun, termasuk ke dalam pukat juga

Sepandai-pandainya seseorang, ada kalanya ia akan berbuat salah juga.

Kesimpulan

Arti peribahasa walau ikan diam di dalam tujuh lautan sekalipun, termasuk ke dalam pukat juga adalah sepandai-pandainya seseorang, ada kalanya ia akan berbuat salah juga.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa walau ikan diam di dalam tujuh lautan sekalipun, termasuk ke dalam pukat juga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah
Artinya : Setara/sederajat.

Naga ditelan ular lidi
Artinya : Anak bangsawan yang kawin/menikah dengan orang biasa/rakyat jelata.

Sedatar saja lurah dengan bukit
Artinya :

  1. Menyamaratakan orang
  2. Tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya

Takaran sudah hampir punuh
Artinya : Sudah sangat tua/renta.

Dipanggang tiada angus
Artinya : Beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat

Tidur di atas miang enjelai
Artinya : Tidak dapat tenang (selalu gelisah)

Seperti katak ditimpa kemarau
Artinya :

  1. Berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya)
  2. Sangat gaduh

Sungguhpun lemak santan akhirnya basi jua
Artinya : Anak muda yang rupawan akhirnya akan tua juga.

Selama capung cebok
Artinya : Suatu perkara/permasalahan yang diputuskan/diselesaikan dengan mudah tanpa pertimbangan yang matang.

Berpaut sehasta tali
Artinya : Tidak dapat berbuat sekehendak hati/semaunya.

Menjolok sarang tabuhan
Artinya :

  1. Sengaja mencari bahaya atau kesusahan
  2. Berbuat sesuatu yang mendatangkan bahaya

Lemukut di tepi gantang
Artinya : Sesuatu yang sangat tidak dihargai.

Utang biduk belum langsai, utang pengayuh datang pula
Artinya : Hutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.

Turut hati yang geram, hilang takut timbul keberanian
Artinya : Orang yang penakut akan menjadi sangat berani jika ia sedang terpojok ataupun saat sedang marah.

Jika yang baik diperbuat bersilang cerana datang, jika yang buruk diperbuat bersilang telunjuk bibir
Artinya : Perbuatan baik apabila dikerjakan akan medatangkan pujian, sedangkan perbuatan buruk apabila dikerjakan akan mendatangkan celaan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Walau Ikan Diam Di Dalam Tujuh Lautan Sekalipun, Termasuk Ke Dalam Pukat Juga”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.