Ilmu Pedia Peribahasa Arti Peribahasa Utang Samir Belum Selesai, Hutang Kajang Tumbuh Pula

Arti Peribahasa Utang Samir Belum Selesai, Hutang Kajang Tumbuh Pula

Arti Peribahasa Utang Samir Belum Selesai, Hutang Kajang Tumbuh Pula

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Utang Samir Belum Selesai, Hutang Kajang Tumbuh Pula

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Utang samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula

Hutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.

Kesimpulan

Arti peribahasa utang samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula adalah hutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa utang samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Sepandai-pandai mencecang, landasan juga yang akan habis
Artinya : Betapa pun baiknya orang yang menumpang di rumah orang lain, pasti akan merugikan juga dalam hal tertentu terhadap orang yang ditumpanginya.

Napas tidak sampai ke hidung
Artinya : Sibuk sekali

Sedikit kerja banyak beruntung
Artinya : Perihal orang yang sangat malas.

Alah bisa tegal biasa
Artinya :

  1. Sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi
  2. Pengalaman praktik lebih baik daripada teori

Apa yang di tanam, itulah yang tumbuh
Artinya : Jika orang berbuat baik kepada orang lain maka ia juga akan mendapat balasan yang baik pula, begitu juga sebaliknya.

Jangat liat kurang panggang
Artinya : Tidak dapat diajar

Hendak memadam api tengah menyala, disiramkan minyak pula ke atasnya
Artinya : Memperburuk keadaan terhadap orang yang sedang marah.

Yang dijolok tiada jatuh, penjolok tinggal di atas
Artinya : Yang dikehendaki tidak tercapai, sedangkan alat/syarat yang digunakan untuk mencapai maksudnya itu pun hilang.

Yang bisu pengejut ayam
Artinya : Orang yang berperangai buruk bisa saja berguna pada suatu ketika.

Bagai kapak naik cerana
Artinya :

  1. Tidak pada tempatnya
  2. kurang cukup alat/kepandaian untuk mengerjakan sesuatu. (cerana = tempat sirih)

Kain ditangkap maka duduk
Artinya : Kemiskinan yang teramat sangat.

Lagi tongkat lagi senjata
Artinya : Semakin kaya semakin banyak temannya.

Sambang jala terletak, laut kering ikan terhempas
Artinya : Usaha yang telah membawa hasil.

Bagai belut digetil ekor
Artinya : Lancar (cepat sekali)

Laksana batik Lasam
Artinya : Sesuatu yang semakin lama digunakan semakin baik. (Lasam = nama daerah di Jawa)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Utang Samir Belum Selesai, Hutang Kajang Tumbuh Pula”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.