Ilmu Pedia Peribahasa Arti Peribahasa Tinggi Kayu Ara Dilompati, Rendah Bilang-bilang Disyukuri

Arti Peribahasa Tinggi Kayu Ara Dilompati, Rendah Bilang-bilang Disyukuri

Arti Peribahasa Tinggi Kayu Ara Dilompati, Rendah Bilang-bilang Disyukuri

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Tinggi Kayu Ara Dilompati, Rendah Bilang-bilang Disyukuri

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Tinggi kayu ara dilompati, rendah bilang-bilang disyukuri

Cara panggilan dalam suatu kelompok/kaum yang disebabkan oleh perkawinan.

Kesimpulan

Arti peribahasa tinggi kayu ara dilompati, rendah bilang-bilang disyukuri adalah cara panggilan dalam suatu kelompok/kaum yang disebabkan oleh perkawinan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa tinggi kayu ara dilompati, rendah bilang-bilang disyukuri, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Di mudik sebulakan, di hilir semuara
Artinya : Persatuan yang kukuh. (bulakan = pancaran air yang menggenang)

Sekejam-kejamnya harimau ia takkan makan anaknya
Artinya : Betapa pun kejamnnya orang tua kandung, mereka tidak akan tega untuk mencelakakan anaknya sendiri.

Kayu yang besar jugalah yang bersakat
Artinya : Orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya. (sakat = benalu, pasilan)

Awan mengandung hujan
Artinya : Memprediksi hal yang belum pasti akan terjadi.

Sering bertukar jalan, sering bertukar sebut
Artinya : Beberapa orang yang memiliki tujuan yang sama, namun menggunakan cara yang berbeda.

Bagai ilak bercerai dengan benang
Artinya : Bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

Utang selilit sebelit pinggang utang tiap helai bulu
Artinya : Utangnya banyak sekali

Awak menangis diberi pisang
Artinya : Bujukan yang tepat.

Teras terhujam gubal melayang, bertingting bertampi beras, gubal melayang teras tinggal
Artinya : Keturunan bangsawan yang tetap dihormati sekalipun miskin.

Pukat terlabuh, ikan tak dapat
Artinya : Pekerjaan yang sia-sia belaka

Tabuhan meminang anak labah-labah
Artinya : Tidak seimbang (tentang perjodohan)

Sayang anak, tangan-tangani, sayang bini tinggal-tinggalkan
Artinya : Anak dan isteri yang selalu dituruti kemauannya (dimanjakan) akan menjadi sombong dan takabur.

Bungkuk baru betul, buta baru celik
Artinya : Orang hina (miskin) yang menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yang bukan-bukan

Masuk lima keluar sepuluh
Artinya : Belanja yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada penghasilan (pendapatan)

Kerja sebarang hebat, kasih sebarang tempat
Artinya : Bekerja tanpa menurut aturan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Tinggi Kayu Ara Dilompati, Rendah Bilang-bilang Disyukuri”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.