Ilmu Pedia Peribahasa 1 Arti Peribahasa Telentang Sama Menadah Embun, Tertiarap Sama Memakan Pasir

1 Arti Peribahasa Telentang Sama Menadah Embun, Tertiarap Sama Memakan Pasir

Arti Peribahasa Telentang Sama Menadah Embun, Tertiarap Sama Memakan Pasir

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Telentang Sama Menadah Embun, Tertiarap Sama Memakan Pasir

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir

  1. Sehidup semati
  2. senasib sepenanggungan.

Kesimpulan

Arti peribahasa telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir adalah sehidup semati; senasib sepenanggungan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Tidur tak lelap, makan tak kenyang
Artinya : Sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)

Lurus sebagai sumpitan
Artinya :

  1. Terlalu jujur
  2. lurus hati.

Belanak bermain di atas karang
Artinya : Ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)

Bagai kucing tidur di bantai
Artinya : Hidup senang dan mewah. (bantai = daging binatang yang disembelih)

Rusak badan karena penyakit, rusak bangsa karena laku
Artinya : Orang yang sering mengalami penderitaan.

Laksana binatang umang-umang di mana sarang udang di situ tempat menumpang
Artinya : Orang yang hidupnya bergantung kepada orang lain.

Bagai menjenguk jerat sial
Artinya :

  1. Melawat ke suatu tempat tetapi hanya sebentar saja
  2. orang yang gemar bepergian.

Keluk paku asam belimbing, anak dipangku kemenakan dibimbing
Artinya : Anak dan kemenakan haruslah sama-sama dididik dan dipimpin dengan setara.

Orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang
Artinya : Kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari

Bagai pahat, tidak ditukul tidak makan
Artinya : Orang yang mau bekerja apabila diperintah

Alur bertempuh, jalan berturut
Artinya : Dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim

Dimana tempat kutu hendak makan kalau tidak di atas kepala
Artinya : Menghabiskan harta kekayaan milik orang tua/majikan/atasan.

Naik tak bertangga, turun tak berpintu
Artinya : Melakukan perbuatan yang salah.

Sudah tahu di asam garam
Artinya : Sudah tau pahitnya kehidupan.

Galas terdorong kepada Cina
Artinya : Sesuatu yang sudah terlanjur (tidak dapat dicabut kembali)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Telentang Sama Menadah Embun, Tertiarap Sama Memakan Pasir”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.