Ilmu Pedia Peribahasa 1 Arti Peribahasa Tak Kuning Oleh Kunyit, Tak Putih Oleh Kapur

1 Arti Peribahasa Tak Kuning Oleh Kunyit, Tak Putih Oleh Kapur

Arti Peribahasa Tak Kuning Oleh Kunyit, Tak Putih Oleh Kapur

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Tak Kuning Oleh Kunyit, Tak Putih Oleh Kapur

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Tak kuning oleh kunyit, tak putih oleh kapur

  1. Seseorang yang sudah kaya sejak awalnya, bukan (kekayaannya) berasal dari negeri yang dikunjunginya
  2. orang yang teguh.

Kesimpulan

Arti peribahasa tak kuning oleh kunyit, tak putih oleh kapur adalah seseorang yang sudah kaya sejak awalnya, bukan (kekayaannya) berasal dari negeri yang dikunjunginya; orang yang teguh.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa tak kuning oleh kunyit, tak putih oleh kapur, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bagai kambing menanduk bukit, tanduk patah bukit tak runtuh
Artinya : Pekerjaan yang sia-sia dan justru mendatangkan kerugian/bencana.

Lempar batu sembunyi tangan
Artinya :

  1. Melakukan sesuatu (kegiatan dan sebagainya), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu
  2. Berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu

Yang seorang memeram batu, yang seorang memeram pisang
Artinya : Perbedaan dalam hal pendirian atau pemikiran.

Belum menetas sudah dibilang
Artinya : Belum tercapai tujuannya tetapi sudah bersenang-senang/kegirangan.

Bagai galah di tengah arus
Artinya :

  1. Menggigil keras
  2. selalu berkeluh-kesah.

Jari kudung dimasukkan cincin
Artinya : Melakukan sesuatu tidak pada tempatnya.

Bagai menyesah kain dapat
Artinya : Memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja

Seperti padi hampa, makin lama makin mencongak
Artinya : Perihal orang yang bodoh, semakin lama semakin sombong dan semakin besar omongannya.

Mengairi sawah orang
Artinya : Menguntungkan orang lain

Pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan
Artinya :

  1. Menyelidiki sesuatu secara teliti
  2. Memeriksa dengan teliti

Dimakan mati emak, diluahkan mati bapa
Artinya :

  1. Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit
  2. berada dalam keadaan yang serba salah.

Memanjat dedap
Artinya : Menekat (karena terpaksa)

Ada batang, cendawan tumbuh
Artinya : Tiap-tiap negeri memiliki undang-undang dan resamnya masing-masing.

Kata periuk belanga hitam
Artinya : Orang yang mencemooh/mengejek orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.

Bagai menyukat anak ayam, masuk empat keluar lima
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sulit.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Tak Kuning Oleh Kunyit, Tak Putih Oleh Kapur”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.