Ilmu Pedia Peribahasa Arti Peribahasa Kemarau Setahun Rusak Oleh Hujan Sepagi

Arti Peribahasa Kemarau Setahun Rusak Oleh Hujan Sepagi

Arti Peribahasa Kemarau Setahun Rusak Oleh Hujan Sepagi

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Kemarau Setahun Rusak Oleh Hujan Sepagi

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Kemarau setahun rusak oleh hujan sepagi

Kebaikan yang sudah sering dilakukan tertutupi/terlupakan karena kesalahan kecil.

Kesimpulan

Arti peribahasa kemarau setahun rusak oleh hujan sepagi adalah kebaikan yang sudah sering dilakukan tertutupi/terlupakan karena kesalahan kecil.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kemarau setahun rusak oleh hujan sepagi, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Sudah panas berbaju pula
Artinya : Orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya

Biang menanti tembuk
Artinya : Perkara yang hampir mendapat keputusan

Siapa patah, siapa melejang
Artinya : Pekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa hasilnya tidak akan bagus.

Hitam bagai pantat belanga
Artinya : Sangat buruk (tentang tabiat seseorang)

Siapa pun menjadi raja, tangan ke dahi juga
Artinya : Siapa pun yang menjadi pemimpin, pasti tetap akan dihormati juga.

Menghasta kain sarung
Artinya : Perbuatan yang sia-sia

Siapa melalah, siapa patah
Artinya : Berani berbuat, maka harus berani juga bertanggung jawab.

Ikan di hulu, tuba di hilir
Artinya : Melakukan perbuatan/pekerjaan yang sia-sia.

Asal kuda dari kuda, asal keledai dari keledai
Artinya : Sifat dari keturunan tentu berasal dari kedua orang tuanya, baik ataupun buruk sifat tersebut.

Bagai anak sepat ketohoran
Artinya : Berbaring bermalas saja

Seberat-beratnya beban, laba jangan ditinggalkan
Artinya : Betapa pun beratnya suatu pekerjaan, janganlah ditinggalkan karena suatu saat pasti akan memberikan keuntungan yang besar.

Sungguh pun batang merdeka, ingat pucuk akan terhempas
Artinya : Suatu pekerjaan sebaiknya jangan hanya diharapkan senangnya, tetapi juga kesusahannya, karena sewaktu-waktu itu bisa saja terjadi.

Kuat tertawa koyak bibir
Artinya : Bersuka-ria berlebihan yang akhirnya mendatangkan kesusahan/malapetaka.

Neraca palingan Allah, mata palingan setan
Artinya : Pendirian orang mudah berubah.

Lah ke tengah makan api
Artinya : Perselisihan yang telah mendalam/memuncak dan sulit untuk didamaikan/diselesaikan dengan baik.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kemarau Setahun Rusak Oleh Hujan Sepagi”, semoga bermanfaat.

0 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.