Ilmu Pedia Peribahasa 1 Arti Peribahasa Keladi Muda, Muda Buahnya, Menurut Hati Muda, Berkelahi Sudahnya

1 Arti Peribahasa Keladi Muda, Muda Buahnya, Menurut Hati Muda, Berkelahi Sudahnya

Arti Peribahasa Keladi Muda, Muda Buahnya, Menurut Hati Muda, Berkelahi Sudahnya

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Keladi Muda, Muda Buahnya, Menurut Hati Muda, Berkelahi Sudahnya

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Keladi muda, muda buahnya, menurut hati muda, berkelahi sudahnya

  1. Orang yang masih muda sangat mudah terbawa emosi
  2. kurang matang secara emosional.

Kesimpulan

Arti peribahasa keladi muda, muda buahnya, menurut hati muda, berkelahi sudahnya adalah orang yang masih muda sangat mudah terbawa emosi; kurang matang secara emosional.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa keladi muda, muda buahnya, menurut hati muda, berkelahi sudahnya, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Seperti lonjak alu penumbuk padi
Artinya : Berjalan dengan langkah yang gagah, tetapi sombong

Bagai mestika embun
Artinya : Mendengarkan nasihat.

Tiada berketentuan hulu hilirnya
Artinya : Tidak tentu maksud dan tujuannya

Untung bagai untung kapas
Artinya : Orang yang banyak penanggungannya.

Mandi dalam cupak
Artinya : Serba tanggung (tidak cukup)

Apa yang kurang pada belida, sisik ada tulang pun ada
Artinya : Orang yang berkecukupan, tidak ada yang kurang padanya

Jangan menjadi seperti kacang lupakan kulit atau ulat lupakan daun
Artinya : Janganlah lupa akan asal-usul kita ataupun akan orang yang telah berbudi baik kepada kita.

Seekor kerbau berkubang, sekandang kena luluknya
Artinya : Seorang berbuat salah, semua terbawa-bawa (terkena akibatnya)

Pecah kapi, putus suai
Artinya :

  1. Tidak dapat diperbaiki lagi
  2. Menderita malu yang bertubi-tubi

Janji sampai, sukatan penuh
Artinya : Sudah sampai ajalnya

Hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah
Artinya : Orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain

Siang bagai hari, terang bagai bulan
Artinya : Perihal kasus atau perkara yang sudah jelas.

Jikalau kita duduk di atas ciau emas sekalipun, namun hati tiada senang juga
Artinya : Jika hati memang tiada suka, walau bagaimanapun senangnya, pasti tidak akan menyenangkan. (ciau = tilam tempat duduk)

Beliung yang besar hayun, kecil makannya
Artinya : Banyak bicara/berteori tetapi hasilnya sedikit.

Dengarkan cerita burung, anak dipangku dilepaskan
Artinya : Karena mendengarkan tutur manis dari orang lain, pekerjaan yang sudah dilakoni (mata pencaharian sehari-hari) pun disia-siakan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Keladi Muda, Muda Buahnya, Menurut Hati Muda, Berkelahi Sudahnya”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.