Ilmu Pedia Peribahasa 1 Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

1 Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi, adat tiada bertukar, rahasia tidak berubah

  1. Hubungan yang sangat karib/erat
  2. tidak dapat diceraikan.

Kesimpulan

Arti peribahasa ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi, adat tiada bertukar, rahasia tidak berubah adalah hubungan yang sangat karib/erat; tidak dapat diceraikan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi, adat tiada bertukar, rahasia tidak berubah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Garam jatuh di air
Artinya : Nasihat yang diterima dengan baik.

Dendang menggonggong telur
Artinya : Orang bodoh yang berpakaian bagus.

Seperti bisai makan sepinggan
Artinya : Berpatutan (sesuai) benar

Kalau panjang beri beruas, kalau pendek beri berbuku
Artinya : Suatu pekerjaan itu hendaklah dikerjakan menurut aturannya.

Sebagai pancang diguncang arus
Artinya : Orang yang tidak tetap pendiriannya

Hendak air pancuran terbit
Artinya : Memperoleh sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki/diinginkan.

Bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut
Artinya : Hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati

Susu di dada tak dapat dielakkan
Artinya : Apa yang telah digariskan oleh Tuhan tidak akan dapat ditolak manusia.

Sepenggalah matahari naik
Artinya : Alamat waktu, kira-kira pukul 08.00 atau 09.00

Sukat darah bertimbang daging
Artinya : Berjuang mati-matian.

Seperti kersik di pulau
Artinya : Mendapatkan rezeki yang berlimpah.

Hangat-hangat suam-suam kuku
Artinya : Hangat (tentang air)

Keluk paku asam belimbing, anak dipangku kemenakan dibimbing
Artinya : Anak dan kemenakan haruslah sama-sama dididik dan dipimpin dengan setara.

Kuat tertawa koyak bibir
Artinya : Bersuka-ria berlebihan yang akhirnya mendatangkan kesusahan/malapetaka.

Kerap sang berudu hendak berenang di laut lebar, awak masih juga di kubangan
Artinya : Menghendaki sesuatu yang mustahil.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah”, semoga bermanfaat.

0 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.