Ilmu Pedia Peribahasa Arti Peribahasa Kalau Dipujuk Makin Menyebal, Kalau Dimarah Baru Tertawa

Arti Peribahasa Kalau Dipujuk Makin Menyebal, Kalau Dimarah Baru Tertawa

Arti Peribahasa Kalau Dipujuk Makin Menyebal, Kalau Dimarah Baru Tertawa

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Kalau Dipujuk Makin Menyebal, Kalau Dimarah Baru Tertawa

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Kalau dipujuk makin menyebal, kalau dimarah baru tertawa

Sifat yang sangat bertentangan dengan kondisi umum.

Kesimpulan

Arti peribahasa kalau dipujuk makin menyebal, kalau dimarah baru tertawa adalah sifat yang sangat bertentangan dengan kondisi umum.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kalau dipujuk makin menyebal, kalau dimarah baru tertawa, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Ada biduk serempu pula
Artinya :

  1. Tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain
  2. Tidak puas dengan apa yang ada

Roda yang berpaling, kuda sudah bergerinding
Artinya : Hidupnya terlihat senang, tetapi sebenarnya susah.

Sendok besar tak mengenyang
Artinya : Tidak ada buktinya

Lautan yang dalam sudah diselam rata, buyung di dapur tak tahu apa isinya
Artinya : Negeri asing/rantauan yang sudah benar-benar diketahui seluk-beluknya, sedangkan negeri sendiri tidak diketahui keadaannya.

Harimau hendak menghilangkan jejaknya
Artinya : Orang jahat yang hendak menyembunyikan kejahatannya.

Tidur bertilam air mata
Artinya : Sangat sedih karena merindukan kekasih

Bertemu teras dengan beliung
Artinya : Dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras

Anak seorang menantu malim
Artinya : Sangat berbahagia. (malim = ahli agama)

Wau melawan angin
Artinya : Perbuatan yang sia-sia

Membuang bunga ke jirat
Artinya :

  1. Membuang-buang tenaga (uang, waktu, dan sebagainya) dengan sia-sia
  2. Berbuat baik kepada orang yang tidak tahu membalas budi

Amak berlela, amak berupa
Artinya : Banyak tabiat/perilaku, banyak sesuatu yang didapatkan/hasilnya. (amak = terlalu banyak)

Lain yang bengkak, lain yang bernanah, lain yang untut, lain yang mengisut
Artinya : Lain orang yang melakukan kesalahan, lain pula orang yang dituduh.

Undang-undang berbatu hitam
Artinya : Hukum yang baik dan adil.

Ikan sekambu rusak oleh ikan seekor
Artinya : Hanya krn keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk

Kerat rotan, patah arang
Artinya :

  1. Telah putus sama sekali
  2. Tidak dapat didamaikan lagi

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kalau Dipujuk Makin Menyebal, Kalau Dimarah Baru Tertawa”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.