Ilmu Pedia Peribahasa 1 Arti Peribahasa Hujan Tak Sekali Jatuh, Simpai Tak Sekali Erat

1 Arti Peribahasa Hujan Tak Sekali Jatuh, Simpai Tak Sekali Erat

Arti Peribahasa Hujan Tak Sekali Jatuh, Simpai Tak Sekali Erat

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Hujan Tak Sekali Jatuh, Simpai Tak Sekali Erat

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat

  1. Suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus
  2. Keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

Kesimpulan

Arti peribahasa hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus; keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Laut datang memunggah mutiara
Artinya : Orang pandai/bijaksana yang datang mengajarkan ilmu yang berguna kepada kita.

Tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit
Artinya : Jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan

Bagai air di daun talas
Artinya : Selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)

Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas
Artinya : Meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya

Kecil-kecil cili Melaka
Artinya : Meskipun kecil tetapi berani.

Sakit sama mengaduh, luka sama menyiuk
Artinya : Sikap yang sangat setia, sehidup semati, senasib sepenanggungan, seia sekata.

Kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya
Artinya : Lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil

Harap hati hendak peluk gunung, apa akal tangan tak sampai
Artinya : Kehendak hati terlalu besar, namun tiada upaya untuk dapat meraihnya.

Tampuk bertangkai
Artinya : Ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yang kuat

Berdenah tidak, terpeluk sarang tabuhan
Artinya : Mendapatkan kesulitan karena takut akan sesuatu yang seharusnya tidak perlu/pantas ditakuti.

Bak rasa ubi pula gadung
Artinya : Orang miskin bertingkah seperti orang kaya. (gadung = ubi hutan)

Ayam berkokok hari siang
Artinya : Mendapatkan sesuatu yang telah lama diidam-idamkan.

Ayam berinduk, sirih berjunjung
Artinya : Segala sesuatu yang bersifat lemah harus mendapatkan bantuan dan perlindungan.

Hutang sebelit pinggang
Artinya : Berhutang sangat banyak.

Intan berlian jangan dipijakkan
Artinya : Keuntungan/kebahagiaan jangan dielakkan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Hujan Tak Sekali Jatuh, Simpai Tak Sekali Erat”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.