Ilmu Pedia Peribahasa Arti Peribahasa Anak Mati Berkalang Bapak, Bapak Mati Berkalang Anak

Arti Peribahasa Anak Mati Berkalang Bapak, Bapak Mati Berkalang Anak

Arti Peribahasa Anak Mati Berkalang Bapak, Bapak Mati Berkalang Anak

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Anak Mati Berkalang Bapak, Bapak Mati Berkalang Anak

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak

Orang yang saling topang-menopang/bantu-membantu dalam segala hal.

Kesimpulan

Arti peribahasa anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak adalah orang yang saling topang-menopang/bantu-membantu dalam segala hal.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Ikannya belum dapat, airnya sudah keruh
Artinya : Perbuatan/tindakan yang tidak bijaksana.

Hulu malang pangkal celaka
Artinya : Asal suatu kecelakaan

Pecah menanti sebab, retak menanti belah
Artinya : Sekadar menanti kesempatan untuk membalas dendam

Bagai melulutkan jebat pada kerbau
Artinya : Memberikan suatu hal yang tidak sesuai pada tempatnya. (melulutkan = menggosok tubuh) (jebat = sejenis kasturi)

Manusia mengikhtiarkan, Allah menakdirkan
Artinya : Ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan

Melakak kucing di dapur
Artinya : Berbuat aniaya dengan cara yang mudah

Ulat lupakan daun
Artinya : Lupa akan budi baik orang lain.

Nafsu tidak bertepi
Artinya : Keinginan hati yang tidak ada batasnya.

Sudah bertarah berdongkol pula
Artinya : Sesudah perkara yang satu dibereskan, timbul lagi perkara yang lain

Khatib lalu khatib mati, bilal lalu bilal mati
Artinya : Tempat yang berbahaya.

Tuak terbeli, tunjang hilang
Artinya : Mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)

Musang berbulu ayam
Artinya : Orang jahat berlaku sebagai orang baik

Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga
Artinya : Biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya

Hendak belajar berenang dapatkan itik, hendak belajar memanjat dapatkan tupai
Artinya : Hendak mengetahui suatu perkara maka bertanyalah pada orang yang ahli dalam perkara itu.

Bibirnya bukan diretak panas
Artinya : Perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Anak Mati Berkalang Bapak, Bapak Mati Berkalang Anak”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.