Ilmu Pedia Peribahasa Arti Peribahasa Adat Yang Kawi, Syarak Yang Lazim

Arti Peribahasa Adat Yang Kawi, Syarak Yang Lazim

Arti Peribahasa Adat Yang Kawi, Syarak Yang Lazim

ILMUPEDIA – Arti Peribahasa Adat Yang Kawi, Syarak Yang Lazim

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Peribahasa memiliki sejumlah ciri-ciri, diantaranya:

  1. Berbentuk kalimat atau penggalan kalimat
  2. Bersifat turun-temurun dan tetap
  3. Dapat digunakan sebagai nasihat, penghias ujaran, penguat ujaran dll.
  4. Mencakup beberapa jenis, seperti bidal, pepatah, ibarat dll.

Arti Peribahasa Adat yang kawi, syarak yang lazim

Adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)

Kesimpulan

Arti peribahasa adat yang kawi, syarak yang lazim adalah adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa adat yang kawi, syarak yang lazim, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Tali terentang tidak putus, sangkutan tergantung tidak rekah
Artinya : Pertalian/hubungan keluarga yang tidak putus karena pernikahan beda bangsa.

Ada padi segala menjadi
Artinya : Orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya

Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang
Artinya : Jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

Hitam-hitam bendi, putih-putih sadah
Artinya : Yang buruk rupa lebih mahal harganya dibandingkan dengan yang rupawan. (bendi = kereta kuda) (sadah = kapur)

Beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh
Artinya : Orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya

Jika kasih akan padi, buanglah rumput
Artinya : Jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain

Sudah panas berbaju pula
Artinya : Orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya

Kikir pari belulang kering, direndam tujuh hari tak basah
Artinya :

  1. Terlalu degil atau terlalu kikir
  2. orang yang kuat/berkuasa.

Jika kerbau dipegang orang talinya, jika manusia dipegang mulutnya
Artinya : Janji haruslah ditepati.

Lurus lubang lurus penjolok
Artinya : Pemerintahan dalam sesuatu negara haruslah adil, walaupun keras hukumannya. (penjolok = galah untuk menjolok)

Jangan seperti si buta mematah tongkat
Artinya : Janganlah bermusuhan atau berperkara dengan orang yang menolong kita.

Dulu besi, sekarang timah
Artinya : Orang berpangkat/berstatus sosial tinggi yang telah diturunkan pangkat/status sosialnya.

Tak menghangat mendingin
Artinya : Tidak menghiraukan/tidak peduli.

Tak air talang dipancung
Artinya : Tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya

Awak yang celaka, orang yang diumpat
Artinya : Menyalahkan orang lain karena kesalahan sendiri.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Adat Yang Kawi, Syarak Yang Lazim”, semoga bermanfaat.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.